Nova Riyanti Yusuf

OFFICIAL SITE

  • Sistem Layanan Pasien Jiwa di Puskesmas

    Written by  on Wednesday, 23 May 2012 00:00 - Read 329 times

    From: Riehanda;
    Date: 23 May 2012 11:24:44 AM GMT+07:00
    To: Nova Riyanti Yusuf < This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. >;
    Subject: Re: Sistem Layanan Pasien Jiwa di Puskesmas

    Dear kak Nova,

    Terimakasih ya kak atas info dan pemberitahuannya ttg layanan kesehatan jiwa di Puskesmas. Aku sudah mendownload MH GUide nya yg dibuat WHO dan setelah aku lihat akan membantu dalam usaha penemuan dini kasus gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas sebelum dirujuk lebih lanjut ke RSJ setempat.

    Lalu masalah pasung dan jamkesmas, tampaknya memang kami (puskesmas) yang harus bergerak aktif sendiri demi ODMK karena memang tidak mungkin jika mengharapkan keluarga yang aktif bergerak sendiri mengurus jamkesmas. Mungkin kedepannya sosialisasi dan edukasi kepada keluarga dan masyarakat setempat yg akan aku tingkatkan kak.



    Hidup INDONESIA BEBAS PASUNG!!!

    Thx a lot ya kaaa...

    On 23 Mei 2012, at 00:58, Nova Riyanti Yusuf < This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. >; wrote:

    Ini jawaban khusus untukmu, dari Direktur Direktorat Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan.

    Sent from my iPad

    Begin forwarded message:

    From: Diah Utami < This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. >;
    Date: 22 May 2012 5:31:16 PM GMT+07:00
    To: Nova Riyanti Yusuf < This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. >;
    Subject: Sistem Layanan Pasien Jiwa di Puskesmas

    Yth : Ibu Nova,
     
    Bersama ini saya sampaikan beberapa uraian tentang program layanan kesehatan jiwa yang selama ini sudah dilaksanakan khususnya di Puskesmas. Tentunya ini masih jauh dari harapan kami dan ke depannya kami Direktorat Kesehatan Jiwa harus lebih fokus lagi untuk mengembangkan layanan keswa di Puskesmas. Pentingnya layanan kesehatan jiwa di Puskesmas telah sangat disadari oleh dunia Internasional dan menjadi komitmen termasuk di negara2 ASEAN, terutama dalam menanggulangi treatment gap. Namun demikian, masih agak sulit memasukkan layanan keswa tersebut di program pokok puskesmas (dalam revitalisasi puskesmas), dalam hal ini yang memiliki "rumah" memang BUKD. Tapi meskipun mental health masih menjadi program pengembangan, beberapa daerah yang menganggap hal ini penting sehingga menjadikannya menjadi program favorit.

    Mungkin sedikit banyak, karena daerah terpacu dengan masuknya mental health (pasung) dalam KW-SPM Provinsi. Meskipun belum memiliki kekuatan juga untuk di kabupaten.

    Kondisi saat ini berdasarkan Rifaskes 2011 sebanyak 61,2% puskesmas (dari jumlah sekitar 9000) menyatakan melakukan layanan keswa, namun baru sekitar 46,3% tenaga kesehatan puskesmas pernah mendapatkan pelatihan tentang kesehatan jiwa. Masih perlu dikaji tentang kualitas layanan hasil risfakes tersebut.

    Telah ada buku pedoman penanganan kesehatan jiwa di puskesmas tahun 2010 dan telah disosialisasikan ke Dinas Kesehatan Provinsi. Namun demikian dalam rifaskes 2011, baru sebanyak 42,8% yang sudah mendapatkan buku pedoman tersebut.

    Untuk mendukung integrasi layanan kesehatan jiwa ke dalam layanan umum puskesmas, WHO telah membuat guide yaitu Mental Health Gap Intervention Guide tahun 2010 (dapat diunduh via internet), terutama berisi deteksi dini dan algoritma penanganan secara praktis masalah-masalah kesehatan jiwa yang umum terjadi di puskesmas dan kapan saat merujuk. Algoritma ini sederhana dan mudah digunakan, dipakai secara internasional. Sehingga, Ditkeswa dan Pusat Intelegensi juga mengadop guide ini utk penanganan keswa dan neurologis di puskesmas.

    Ditkeswa sudah membuat modul pelatihan berdasarkan MHGap Intervention Guide, dan melakukan pelatihan keterampilan (refreshment) kepada dokter dan perawat puskesmas, tahun 2012 ini di 7 kabupaten yang memiliki masalah kesehatan jiwa terbanyak berdasarkan pertimbangan riskesdas dan rifaskes, tahun 2013 dst akan melaksanakan dengan sistem regionalisasi (ke provinsi). dan ini juga terkait dengan penanganan pasung karena terdapat deteksi dini serta penatalaksanaan kasus psikotik di puskesmas.

    Khusus pasung, beberapa provinsi telah melaporkan kasus pasung, namun banyak yang masih belum dan harus terus difollow-up. (laporan daerah2nya ada di subdit non faskes). Buku pedoman pasung pun telah dibuat.
    Yth : Ibu Nova,
     
    Bersama ini saya sampaikan beberapa poin tentang program layanan kesehatan jiwa yang selama ini sudah dilaksanakan. Tentunya ini masih jauh dari harapan kami dan ke depannya kami Direktorat Kesehatan Jiwa harus lebih fokus lagi untuk mengembangkan layanan keswa di Puskesmas.
    Saat ini Direktorat dalam proses membuat kegiatan monitoring dan evaluasi program bebas pasung. yang sedang dilakukan adalah pembuatan alat ukur/instrumen evaluasi tersebut, bekerjasama dengan institusi akademik. setelah itu akan dilakukan kegiatan movenya, yang akan berlanjut di tahun2 berikut.

    Perlu duduk bersama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk jajaran kementerian kesehatan yang bertanggung jawab untuk Puskesmas yaitu Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar. Sejalan dengan program  revitalisasi puskesmas, layanan kesehatan jiwa diharapkan dapat masuk menjadi program prioritas di puskesmas (pendekatan personal sudah dilakukan), masih menunggu waktu untuk bisa membuat workshop untuk membangun sistem layanan keswa di Puskesmas dan mudah2an secepatnya bisa terlaksana.  

    Demikian yang dapat kami sampaikan kepada ibu, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian ibu.

    Salam Hormat,

    Diah Setia Utami

    Leave a comment

    Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.