Nova Riyanti Yusuf

OFFICIAL SITE

You are here: Home Highlights Public Info
  • Laporan Tomcat dari Surabaya, Penjelasan, Penanggulangan, Tips dan Tidak Perlu Khawatir Berlebihan

    Written by  on Tuesday, 20 March 2012 00:00 - Read 464 times

    Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL), Prof dr Tjandra Yoga Aditama  SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE menyampaikan beberapa informasi berkaitan dengan Tomcat yang saat ini sedang hangat hangatnya diperbicangkan di Surabaya.

    Kata Prof dr Tjandra Yoga Aditama , Serangga Tomcat atau kumbang rove yang dimaksud biasa disebut semut semai, semut kayap. Serangga ini digolongkan pada Ordo : Coleoptera (kelompok kumbang), Sub ordo : Rove Beetle (kelp. kumbang kecil), Famili : Staphylinidae, Genus : Paederus, Spesies : Paederus Littorarius.

    Lebih rinci disebutkan oleh Prof dr Tjandra Yoga Aditama, sebagai berikut :

    PAEDERUS

    Morphologi:  
    • Panjang sekitar 1 cm
    Badan berwarna oranye dgn bagian bawah abdomen dan kepala berwarna gelap. Memiliki sepasang sayap namun tersembunyi
    • Sepintas mirip semut
    • Bila merasa terancam akan menaikkan bagian perut (abdomn) sehingga nampak seperti kalajengking

    Penyebaran:
    Ada 622 spesies yg menyebar di seluruh dunia. Spesies di Inonesia yg menyebabkan dermatitis adalah Paederus
     peregrines. Pernah dilaporkan menimbulkan wabah dermatiti di Australia,Malaysia, Srilangka, Nigeria, Kenya, Iran, Afrika Tengah, Uganda, Argentina, Brazil, Perancis, Venezuela, Ecuador dan India.

    Tempat yang disukai:
    - Tempat yang lembab dan tanaman, seperti padi dan jagung. Merupakan salah satu predator wereng.
    - Serangga ini merupakan kelompok serangga pertanian, sebagai Predator dari hama pertanian seperti wereng dll. Tetapi dalam 3-4 tahun diterakhir telah dilaporkan adanya gangguan kesehatan pada manusia berupa gatal-gatal yang didahului oleh gejala : panas/ iritasi, bintik-bintik, gatal, berair dan menimbulkan bekas hitam pada kulit.
    - Habitat lingkungan adalah berupa tambak liar dan ada sedikit semak-semak. sebenarnya serangga tersebut bersifat kosmopolitan, artinya berada dimana-mana dan suka daerah yang lembab, bisa di lantai tanah maupun lantai keramik juga bisa.

    Penyakit yang ditimbulkan pada manusia:
    Dermatitis Contact Irritant,  akibat racun “paederin” (C25 H45O9) yang ada di dalam badan, kecuali disayap. Dermatitis terjadi bila bersentuhan secara langsung dengan serangga ini, atau secara tidak langsung, misalkan melalui handuk, baju atau barang lain yang tercemar racun paederin.

    Gejala Klinis:
    Kulit yang terkena (biasanya daerah kulit yang terbuka) dalam waktu singkat akan terasa panas. Setelah 24-48 jam akan muncul gelembung pada kulit dengan sekitar berwarna merahyang menyerupai lesi akibat terkena air panas atau luka bakar. Pada kasus yang jarang tidak menimbulkan gejala kulit yang berarti. Perlu dipastikan bahwa tidak ada riwayat terkena bahan kimia atau luka bakar. Lesi pada mata menyebabkan conjunctivitis dan disebut dengan Naerobi’s Eye

    Pengobatan:
    - Tatalaksana sebagaimana pengobatan dermatitis contact irritant
    - Jika ada menemukan serangga ini, jangan dipencet, agar racun tidak mengenai kulit. Masukkanke plastik dengan hati-hati, terus buang ke tempat yang aman
    - Segera beri air mengalir dan sabun pada kulit yang bersentuhan dengan serangga ini
    - Pastikan serangga ini tidak ada lagi, untuk mencegah pertambahan lesi di kulit
    - Kompres kulit dengan cairan antiseptik dingin, bila sudah timbullesi seperti luka bakar
    - Bila berlanjut maka sebaiknya berobat ke fasilitas kesehatan terdekat

    Prof dr Tjandra Yoga Aditama, lebih lanjut  menambahkan, perkembangan Tomcat di Jawa Timur sebagai berikut :
    - Pernah juga terjadi di Tulungagung tahun 2008, di areal perumahan yang di kelilingi oleh kebun tebu, penderita sebanyak 260 orang,
    - kemudian terjadi lagi pada tahun yang sama di Tulungagung di Kecamatan Besuki di daerah pedesaan, dengan habitat sekitarnya adalah terdapat tanaman padi dan jagung, penderita sebanyak 60 orang
    - gejala berupa gatal-gatal yang didahului oleh gejala : panas/iritasi, bintik-bintik, gatal, berair dan menimbulkan bekas hitam pada kulit.
    - Pada tahun 2009 di Kota Gresik terdapat di Rumah Susun terdapat penderita gatal sekitar 50 orang,
    - Kemudian terjadi lagi di Surabaya di Kenjeran pada tahun 2010 penderita sekitar 20 orang
    - Tanggal 13 Maret 2012, dinfokan telah ada seorang penghuni Apartemen Eastcoast Pakuwon City mengalami gatal-gatal, luka dibagian wajahnya, tubuh, lengan dan terasa panas yang ditimbulkan oleh cairan beracun serangga Tomcat.

    Berita berlanjut pada hari Sabtu tanggal 17 Maret 2011, serangga Tomcat diketahui juga menyerang kawasan sekolah di Kenjeran dan beberapa lokasi di Wonorejo Surabaya, termasuk pangkalan taksi kota.

    Menurut Prof dr Tjandra Yoga Aditama,  Upaya Penanggulangan yg dilakukan berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh tim Dinkes Prov Jawa Timur dan Dinkes Kota Surabaya hari Senin 19 Maret 2011 dengan hasil sebagai berikut :

    a) Jumlah penderita yang menderita luka karena kontak dengan serangga Paederus sampai Senin tanggal 19 Maret 2012 yang tercatat dan berobat di 7 Puskesmas dan 1 layanan kesehatan swasta berjumlah 48 orang. Sebagian pasien sudah sembuh, sebagian lain dengan keluhan di kulit yang tidak terlalu hebat

    b) Sedangkan pihak Dinas Pertanian Kota Surabaya telah menerima laporan dari masyarakat tentang keberadaan serangga Pauderus sebanyak 26 titik.

    Kegiatan Lanjutan oleh Dinas Kesehatan Jawa Timur :
    a) Hari Senin tanggal 19 Maret 2011, jam 14.00 wib, Kepala Dinas Kesehatan Prov Jatim telah melakukan pers release yang dihadiri sebanyak 30 wartawan dari media cetak dan media elektronik, maupun di web site
    b) Melakukan sosialisasi kewasdapaan masyarakat agar terhindar kontak dengan serangga Paederus dan menghimbau untuk melakukan upaya-upaya pencegahan.
    Memberikan edaran ke Dinas Kesehatan Kab/Kota serta petugas layanan kesehatan terutama Puskesmas agar melakukan langkah-langkah antisipatif terkait dengan kemungkinan bila ada penderita dengan keluhan kulit akibat kontak dengan kumbang Paederus.
    c) Melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kab/kota yang dengan Surabaya agar melakukan upaya pencegahan dengan lintas sektor terkait terutama dalam melakukan penyemprotan insektisida.

    Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Surabaya telah melakukan :
    1) Sosialisasi kepada masyarakat melalui media massa.
    2) Sosialisasi kepada petugas Puskesmas se Kota Surabaya melalui surat edaran.
    3) Pembasmian serangga Paederus yang mengganggu masyarakat terutama dilokasi pemukiman dimana penderita berdomisili bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kota Surabaya.
    4) Beberapa lokasi yang diperlukan telah disemprot

    Pesan Prof dr Tjandra Yoga Aditama  untuk masyarakat dalam menyikapi Tomcat :
    1. Jika ada menemukan serangga ini, jangan dipencet, agar racun tidak mengenai kulit. Masukkanke plastik dengan hati-hati, terus buang ke tempat yang aman
    2. Hindari terkena kumbang ini pada kulit terbuka
    3. Usahakan pintu tertutup dan bila ada jendela diberi kasa nyamuk untuk mencegah kumbang ini masuk
    4. Tidur menggunakan kelambu jika mmg di daerah anda sedang banyak masalah ini
    5. Bila serangga banyak sekalai maka dapat juga lampu diberi jaring pelindung untuk mencegah kumbang jatuh ke manusia
    6. Jangan menggosok kulit dan atau mata bila kumbang ini terkena kulit kita
    7. Bila kumbang ini berada di kulit kita, singkirkan dengan hati-hati, dengan meniup atau mengunakan kertas untuk mengambil kumbang dengan hati-hati
    8. Lakukan inspeksi ke dinding dan langit-langit dekat lampu sebelum tidur. Bila menemui, segeradimatikan dengan menyemprotkan racun serangga. Singkirkan dengan tanpa menyentuhnya
    9. Segera beri air mengalir dan sabun pada kulit yang  bersentuhan dengan serangga ini
    10. Bersihkan lingkungan rumah, terutama tanaman yang tidak terawat yang ada di sekitar rumahyang bisa menjadi tempat kumbang Paederus

    Demikian disampaikan Prof dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE
    Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL)
    Kementerian Kesehatan RI

    Leave a comment

    Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.